Kenapa Game Online Competitive Dapat Membuat Candu dan Berakibat Buruk?

COD, Valorant, PUBG, dan masih banyak lagi. Itu semua adalah game online bergenre competitive, genre yang sangat populer di kalangan gamer. Kali ini kita akan membahas sejarah game competitive, kenapa genre ini sangat populer? Dan kenapa sampai ada yang kecanduan? 

beli game berbayar

Apa itu Game ?

Game adalah sebutan umum untuk permainan yang melibatkan satu atau lebih pemain. Belakangan ini, frasa game lebih mengacu pada video game yang menggunakan gawai atau perangkat komputer. 

Sedangkan game kompetitif adalah game yang menuntut pemain untuk bersaing, bertarung dan memperebutkan sesuatu dengan pemain lainnya ataupun dengan sistem untuk menjadi yang terkuat, game competitive tidak selalu bergenre shooter, game competitive juga meliputi game balapan,puzzle,dan juga combat. Contohnya yang populer belakangan ini seperti Mobile Legends, CODM, tekken 7, dan need for speed.

Sebenarnya game tournament sudah ada sejak tahun 2000-an awaI, namun istilah e-sport pertama kali digunakan secara resmi di Korea pada tahun 2017. Sejak itulah game-game kompetitif semakin populer di kalangan para gamer.

Kenapa Sangat Populer?

Salah satu alasan utama penyebab populernya genre ini adalah karena dapat memicu adrenalin bagi pemain, dan juga dari game online competitive kamu juga bisa membuat jaringan komunitas. Contohnya kalau kamu berhasil naik rank di Mobile Legend, maka akan  mendapat item langka. Atau jika berhasil mengalahkan Squad Master di PUBG, kamu pasti puas atau paling tidak kamu senang karena mendapatkan yang kamu inginkan.

Selain itu, adanya media streaming seperti Youtube, Twitch, atau Discord membuat genre ini menjadi semakin populer. Banyaknya streamer terkenal yang memainkan genre ini seperti Windah, Miaug, dan Pewdiepie menjadikan orang-orang tertarik dan mencoba memainkannya. 

Sisi Buruk Game Online

Walaupun gaya permainan game tersebut sangat populer, gameplay ini memiliki sisi buruk juga. Tak jarang ada yang kecanduan dan tak bisa berhenti memainkan game tersebut. Beberapa gamer bahkan ada yang bolos bekerja atau bersekolah untuk memainkan game kesukaan berjam-jam non stop. Semoga yang baca blog ini tidak pernah bolos (atau mungkin pernah?). 

Belum lagi perusahaan yang serakah dan menerapkan microtransaction dan sistem pay to win pada game mereka alias ‘lu punya uang lu punya kuasa’,belum lagi item-item yang harganya tidak masuk akal dan itu benar-benar peraturan yag serakah. Hal ini membuat banyak pemain mengeluarkan banyak uang, bahkan ada yang mengeluarkan sampai ratusan ribu rupiah untuk sesuatu yang sifatnya hanya hiburan. 

meme top up

Oh ya dan juga, dilansir mdpi.com  bahwasanya pemain game competitive memiliki tingkat adrenalin yang jauh lebih tinggi dan tidak stabil dibandingkan pemain game lainnya. Itu yang menyebabkan ada pemain yang sampai marah-marah, memaki, dan bahkan memukul karena kalah bermain (gamer PUBG,  cepat mengaku kalian sekarang!! :D). Game yang seharusnya menjadi sarana hiburan, justru memberikan efek negatif dikarenakan hal-hal buruk. Seperti transaksi mikro dan pemain serta lingkungan permainan yang toxic.

Sebenarnya masalah dari game competitive ini sudah banyak dipermasalahkan oleh lembaga-lembaga seperti mdpi, dan masih banyak lagi. Untuk yang suka bermain game, tidak ada salahnya kok bermain game yang competitive, asalkan tetap ingat waktu dan tetaplah bersaing dengan sehat.  It’s just a game, Brother ;).

4 thoughts on “Kenapa Game Online Competitive Dapat Membuat Candu dan Berakibat Buruk?”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *